1. Latar Belakang
Perkembangan teknologi web yang semakin pesat menuntut pengembang untuk menggunakan framework yang terstruktur dan efisien dalam membangun aplikasi. Laravel sebagai salah satu framework PHP yang populer menawarkan kemudahan dalam pengembangan melalui konsep MVC (Model-View-Controller), sintaks yang rapi, serta fitur bawaan yang lengkap. Oleh karena itu, penting bagi pemula maupun pengembang untuk memahami proses instalasi, konfigurasi, serta struktur dasar folder Laravel agar dapat membangun aplikasi web dengan lebih terorganisir dan sistematis. Artikel ini membahas alat dan bahan yang diperlukan, langkah-langkah instalasi Laravel, serta penjelasan struktur folder sebagai dasar dalam mempelajari dan mengembangkan aplikasi berbasis Laravel.
2. Alat dan Bahan
A. Perangkat Lunak
- Sistem Operasi Linux (atau yang lain)
- Visual Studio Code
- XAMPP (MySQL dan Apache untuk database)
- PHP 8.2+
- Composer
B. Perangkat Keras
- Laptop / PC
3. Pembahasan
3.1 Laravel
Laravel adalah sebuah framework aplikasi web berbasis PHP yang bersifat open-source, menggunakan konsep MVC (Model-View-Controller).
3.2 Instalasi
A. Visual Studio Code
- Install Visual Studio Code sesuai dengan sistem operasi yang kamu gunakan
B. XAMPP
- Install XAMPP versi terbaru dan sesuai dengan sistem operasi yang kamu gunakan
C. PHP
- Install PHP minimal versi 8.2 keatas berdasarkan sistem operasi yang kamu gunakan
D. Composer
- Ketik perintah berikut pada terminal:
curl -sS https://getcomposer.org/installer | sudo php -- --install-
- Cek apakah composer berhasil terinstall dengan benar
D. Laravel
Terdapat 2 cara untuk menginstall laravel, yaitu:
1. Tanpa installer
- Install laravel via composer dengan perintah:
composer create-project laravel/laravel:^12.0 nama_projek
- Cek apakah berhasil terinstall:
laravel --version
2. Dengan installer
- Install laravel installer via composer dengan perintah:
composer global require laravel/installer
Kode tersebut meng-install perintah laravel secara global di komputer kamu. Artinya nanti kita bisa buat project hanya dengan mengetik laravel new.
- Tambahkan composer ke path
export PATH="$HOME/.config/composer/vendor/bin:$PATH"
Kode diatas memberitahu sistem: “Tolong tambahkan folder ini supaya bisa dijalankan sebagai perintah” dan tanpa ini, terminal tidak tahu dimana letak file laravel.
- Jalankan:
source ~/.bashrc
Bashrc adalah file pengaturan terminal kamu. Setiap membuka terminal, isi file ini otomatis dijalankan dan source ~/bashrc akan menyuruh terminal membaca ulang file pengaturan sekarang juga tanpa tutup dan buka ulang terminal.
- Cek apakah berhasil terinstall:
laravel --version
- Jika muncul versi laravel, maka berhasil. Sekarang, coba buat project dengan:
laravel new nama_projek
3.3 Struktur Folder
- Setelah buat project, buka project tersebut pada Visual Studio Code
- Berikut struktur folder yang dimiliki oleh Laravel:
Namun, kita tidak akan menggunakan semua foldernya sekaligus. Biasanya, folder yang paling dibutuhkan adalah sebagai berikut.
BELAJAR_LARAVEL/
├── app/ -- untuk model dan controller
├── bootstrap/
├── config/
├── database/ -- untuk database migration
├── node_modules/
├── public/
├── resources/ -- untuk blade view
├── routes/ -- untuk routing
├── storage/
├── tests/
├── vendor/
├── .editorconfig
├── .env -- untuk konfigurasi aplikasi dan database
├── .env.example
├── .gitattributes
├── .gitignore
├── artisan
├── composer.json
├── composer.lock
├── package-lock.json
├── package.json
├── phpunit.xml
├── README.md
└── vite.config.js
3.4 Konfigurasi
Setelah proses instalasi selesai, kita akan lakukan konfigurasi pada project Laravel kita Konfigurasi utama pada Laravel terletak pada file .env.
File .env (environment) yang terletak di dalam folder vendor umumnya digunakan untuk menyimpan konfigurasi yang bersifat spesifik terhadap lingkungan pengembangan, seperti nama aplikasi, mode aplikasi, URL, serta koneksi database.
Berikut penjelasan dari beberapa konfigurasi penting yang sering digunakan, yaitu:
A. Konfigurasi Dasar Aplikasi
1. APP_NAME
Digunakan untuk menentukan nama aplikasi yang kita buat, biasanya muncul pada konfigurasi email, notifikasi, dan bisa juga dipanggil melalui kode.
Misalnya jika kita mengirimkan notifikasi (reset password, verifikasi email, dll), Laravel akan pakai APP_NAME sebagai nama pengirim. Contoh email yang diterima oleh user adalah sebagai berikut.
From: BelajarLaravel <noreply@domain.com>
< APP_NAME >
2. APP_ENV
Untuk menentukan environment aplikasi. Umumnya, terdapat 3 nilai yaitu local untuk development, production untuk hosting / server asli, dan testing untuk unit testing. Dengan mengubah APP_ENV menjadi salah satu dari 3 environment tersebut, maka Laravel akan melakukan penyesuaian perilaku aplikasi.
Digunakan untuk menentukan apakah error detail ditampilkan atau tidak. Apabila nilai true, maka error akan tampil dengan detail (biasanya untuk development). Namun, apabila nilai false, maka error akan disembunyikan untuk production.
- Jika true:
Ini digunakan untuk menentukan URL dasar pada aplikasi kita.
|
V
B. Konfigurasi Database1. DB_CONNECTION
Merupakan nama dari jenis-jenis DBMS atau Database Management System (mysql, sqlite, pgsql). Disini, saya sarankan untuk menggunakan MySQL terlebih dahulu untuk konfigurasi awal.
Merupakan nama database milik aplikasi kita.
Cukup biarkan sebagai root atau jika memiliki user lain di MySQL (yang punya semua akses), root boleh diganti sesuai dengan username tersebut.
4. DB_PASSWORD Boleh dikosongkan bagi user root, namun wajib diisi untuk username MySQL yang memiliki password agar akses ke database tidak terhambat.
3.5 Setup Project Laravel
Setelah konfigurasi selesai, kita lanjut untuk set up project Laravel kita agar dapat dijalankan di web browser. Berikut langkah-langkah yang dapat kamu ikuti.
1. Jika menggunakan MySQL, pastikan sudah mengaktifkan server MySQL dan Apache, lalu buatlah database kosongan pada phpmyadmin sesuai dengan nama database yang ada di konfigurasi database
2. Migrate database pada terminal Visual Studio Code
3. Untuk menjalankan Laravel, tuliskan perintah artisan pada terminal Visual Studio Code
Project terlihat berjalan pada port 8000.
4. Ubah tampilan atau view default laravel dengan membuka folder resources/views/ dan klik file welcome.blade.php
5. Ganti dengan HTML biasa atau landing page apapun sesuka hatimu
Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa lingkungan pengembangan Laravel telah siap digunakan pada tahap pengembangan fitur selanjutnya.
4. Daftar Pustaka
0 Comments