Mastering Flow Internet: Misteri di Balik "Satu Klik" yang Kita Lakukan


1. Latar Belakang

     Halo semuanya! Pada hari ini, kita akan mempelajari hal baru yang pastinya bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi yang masih asing dengan misteri dibalik berjalannya suatu Internet yang kita gunakan dengan mudahnya disela kegiatan sehari-hari kita. Kita akan belajar bersama-sama tentang apa saja yang dibutuhkan agar internet bisa sampai ke rumah kita, alur kerja secara ringkasnya dari awal sampai akhir, dan teknologi apa saja yang terlibat dan berperan di dalamnya. Mulai dari pengertian umum tentang CDN (Content Delivery Network), sampai ke ODN (Optical Distribution Network) yang membahas tentang Splitter Ratio, serta konteks atau unsur-unsur lain yang masih sepemahaman dengan pembahasan kita pada hari ini.

2. Pembahasan

2.1 Bagaimana Internet Sampai ke Perangkat Kita?

Internet bekerja dengan menghubungkan perangkat kita ke server-server yang tersebar di berbagai tempat. Contoh mudahnya, ketika kita buka Facebook, Instagram, atau WhatsApp, kita sebenarnya mengakses CDN (Content Distribution Network) META.

Apa itu CDN? Bayangkan CDN seperti gudang yang menyimpan data (foto, video, pesan) di berbagai lokasi. Jadi, daripada semua orang di Indonesia harus ngambil data dari server pusat META yang ada di Amerika, META membuat CDN di Singapura, bahkan di Jakarta dan kota-kota besar Indonesia.

Kenapa perlu CDN lokal? Kalau kita kirim chat WhatsApp dari daerah A ke teman yang juga di daerah A, tanpa CDN lokal, data kita harus pergi dulu ke Singapura atau bahkan Amerika, baru balik lagi ke daerah A. Proses ini memakan waktu lama banget, maka CDN lokal dibuat supaya litensinya pendek.

Contoh praktis di kehidupan sehari-hari :

  • Kirim chat WA
Orang ke-1 (Daerah A) → CDN META Indonesia → Orang ke-2 (Daerah B)
  • Buka foto Instagram
Orang ke-1 → CDN terdekat → kalau belum ada, cek ke CDN Jakarta → kalau masih belum ada, cek ke Singapura → sampai ke server pusat (Ini kondisi apabila belum ada yang pernah membuka foto instagram tersebut sebelumnya)

2.2 Apa Itu Ping dan Kenapa Penting?

Ping adalah waktu yang dibutuhkan data kita untuk sampai ke server dan kembali lagi. Satuannya milisecond (ms). Semakin kecil angka ping, semakin cepat koneksinya. Contoh: Ping 20ms artinya data kita melewati sekitar 20 router untuk sampai ke tujuan. Setiap lompatan ke router lain itu butuh waktu sekitar 1ms.

Bagi yang penasaran, kita bisa cek route ping secara mandiri untuk mengecek route yang dilalui data dari komputer kita sampai ke server Google melalui beberapa perintah sederhana. Berikut beberapa perintahnya, yaitu :

A. Buka terminal, cek apakah traceroute terinstall dengan perintah "traceroute --version"


B. Install traceroute apabila belum terinstall
  • Untuk Ubuntu/Debian -> sudo apt install traceroute
  • Untuk Fedora/RHEL -> sudo dnf install traceroute
  • Untuk Arch LInux -> sudo pacman -S traceroute

C. Cek ping google

Perintah ini akan menunjukkan jalur yang dilalui data kita sampai ke Google, termasuk berapa lama di setiap titik. Jarak antara perangkat kita dengan CDN terdekat inilah yang bikin ping tinggi atau rendah.

2.3 Jalur Internet dari Rumah Kita ke Dunia

Mari kita lihat jalur lengkap koneksi internet fiber optic dari rumah sampai ke luar negeri:

  1. WiFi Rumah (ONT) → perangkat di rumah kita
  2. ODP (Optical Distribution Point) → kotak kecil di tiang listrik dekat rumah, ini perangkat pasif (tidak butuh listrik)
  3. ODC (Optical Distribution Cabinet) → kotak lebih besar yang mengumpulkan banyak jalur
  4. Server Lokal (misal di Purbalingga) → menggunakan fiber optic
  5. BTS Internet → menuju data center Jakarta
  6. Kabel Bawah Laut → dari Jakarta ke Singapura
  7. Satelit → dari Singapura ke Amerika (Point to Multipoint atau satu titik ke banyak titik)

Khusus untuk jalur antar provinsi, ada yang namanya microwave (access point) sebagai checkpoint antar provinsi dengan frekuensi 3-80GHz. Sistemnya point-to-point antar provinsi, tapi latensinya lebih besar dibanding kabel fiber.

2.4 Apa yang Ada di Data Center?

Data center itu isinya:

  • Rak CDN → tempat penyimpanan data
  • Rak Router → pengatur lalu lintas data
  • Rak Perangkat Pasif → tidak perlu listrik
  • SSD dan Virtualisasi → untuk website, aplikasi, dll

Semua terhubung pakai kabel SFP, bukan kabel LAN biasa karena kabel LAN memiliki maksimal 1000Mbps dengan jarak maksimal 70-100 meter sedangkan kabel SFP bisa lebih cepat dengan jarak yang lebih jauh.

Jenis kabel SFP umumnya ada 2, yaitu :

  • SFP Biasa: Pakai 2 fiber (dual fiber)
  • SFP BIDI: Pakai 1 fiber (single core)

2.5 Bagaimana Kalau Jalur Internet Putus?

Provider yang bagus punya sistem failover atau cadangan otomatis yang menyediakan 2 router, jadi apabila kabel di jalur utara putus, otomatis pindah ke kabel jalur selatan alias jalur alternatif yang berbeda.

Di Data Center:

  • Ada IP Transit: ISP A terhubung ke ISP B
  • Ada Cross Connect: ISP A dan ISP B saling terhubung langsung

2.6 Teknologi PON: Pembagian Jalur Fiber Optic

A. PON (Passive Optical Network) 

PON adalah cara membagi 1 jalur fiber menjadi banyak jalur ke rumah-rumah. Ada 2 jenis:

  • GPON: Maksimal 128 pengguna per jalur
  • XPON: Maksimal 64 pengguna per jalur

Perbedaannya di kapasitas bandwidth, kecepatan, dan kompatibilitas.

B. Sistem Splitter

Sistem splitter merupakan 1 jalur fiber dibagi menggunakan splitter dengan rasio tertentu.

  • 1:2 = redaman -4 dBm
  • 1:4 = redaman -8 dBm
  • 1:8 = redaman -10 dBm
  • 1:16 = redaman -14 dBm

C. Contoh Perhitungan Redaman

Kekuatan awal SFP = +7 dBm

  • Setelah splitter 1:4 → -8 dBm = -1 dBm
  • Setelah splitter lagi 1:4 → -8 dBm = -9 dBm
  • Setelah splitter 1:16 → -14 dBm = -23 dBm

Standar sinyal yang bagus adalah -13 dBm hingga -24 dBm.

D. Kenapa 2 PON tidak boleh 1 jalur? 

Karena setiap PON punya redaman sendiri. Kalau dicampur di 1 jalur, redaman bisa menumpuk dan mengganggu sinyal.

2.7 VLAN

VLAN (Virtual Local Area Network) memungkinkan 1 kabel fisik dibagi menjadi maksimal 4094 jaringan virtual yang berbeda. Jadi dalam 1 kabel fiber, bisa ada jaringan untuk internet rumah, kantor, CCTV, dll yang semuanya terpisah.

2.8 Bonus: Otomasi dengan n8n

Di data center modern, ada juga server untuk otomasi kerja menggunakan platform seperti n8n untuk membantu pekerjaan yang repetitif jadi lebih cepat dan efisien. Contoh penggunaan:

  • Merangkum 20 artikel otomatis
  • Mengambil data dari website (scraping)
  • Klasifikasi data otomatis
  • Pemilahan data
Sekian artikel dari saya, harapannya artikel ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membaca. Terima kasih.


Post a Comment

0 Comments